• Tentang
  • Panduan Pengguna
  • Kebijakan Cookie
  • Daftar Isi

Ilmu Sains

Media Pembelajaran Ilmu Sains | Biologi, Fisika, Geografi, Kimia, dan Matematika

  • Home
  • Biologi
  • Fisika
  • Kimia
  • Geografi
  • Matematika
  • Makalah
  • Berita
  • Ilmuan
Home » biologi » kelas 11 » manusia » materi » tulang » Penjelasan tentang Rangka Apendikuler pada Sistem Rangka Manusia

Penjelasan tentang Rangka Apendikuler pada Sistem Rangka Manusia

garismasuk
Add Comment
biologi, kelas 11, manusia, materi, tulang
Selasa, 23 Desember 2014
Penjelasan tentang Rangka Apendikuler pada Sistem Rangka Manusia

Rangka apendikuler merupakan rangka yang tersusun dari tulang-tulang bahu, tulang panggul, dan tulang anggota gerak atas dan bawah.

1. Tulang Bahu

Tulang bahu terdiri atas dua bagian.
  1. Tulang belikat (skapula)
    Tulang belikat berjumlah 2 buah yang berbentuk segibagu dan taju paruh gagak.
  2. Tulang selangka (klavikula)
  3. Tulang selangka berjumlah 2 buah. Tulang selangka berbentuk seperti huruf s. Ujung yang satu melekat pada tulang dada sedangkan ujung yang lain berakhir pada ujung bahu. Tulang selangka menjadi penghubung antara gelang bahu dan rangka tubuh.

2. Tulang Panggul (Pelvis)

Tulang panggul terdiri atas tiga bagian.
  1. tulang usus (ileum) berjumlah 2 buah,
  2. tulang duduk (iskhium) berjumlah 2 buah,
  3. tulang kemaluan berjumlah 2 buah.

3. Tulang Anggota Gerak Atas

Tulang-tulang penyusun anggota gerak atas, antara lain seperti berikut.
  1. Tulang lengan atas (humerus)
    Tulang lengan atas (humerus) berjumlah 2 buah. Tulang ini merupakan tulang terpanjang dari anggota atas. Tulang humerus sebelah atas bundar tetapi semakin ke bawah menjadi lebih pipih, sedangkan ujung bawahnya lebar dan agak pipih. Pada bagian paling bawah terdapat permukaan sendi yang dibentuk bersama tulang lengan bawah.
  2. Tulang hasta (ulna)
    Tulang hasta (ulna) berjumlah 2 buah. Tulang-tulang ini berbentuk pipa dengan ujung yang kuat dan tebal. Batang tulang hasta mendekati ujung bawah makin kecil. Fungsinya memberi kaitan kepada otot yang mengendalikan gerakan dari pergelangan tangan dan jari. Ujung bawah tulang hasta kecil dibandingkan dengan ujung atasnya.
  3. Tulang pengumpil (radius)
    Tulang pengumpil (radius) berjumlah 2 buah. Tulang pengumpil (radius) merupakan tulang pipa dengan sebuah batang dan dua ujung serta lebih pendek daripada tulang hasta.
  4. Tulang pergelangan tangan (karpal)
    Tulang pergelangan tangan (karpal) berjumlah 2 kali 8 buah.
  5. Tulang tapak tangan (metakarpal)
    Tulang tapak tangan (metakarpal) berjumlah 2 kali 5 buah tulang.
  6. Tulang jari-jari (phalanges)
    Tulang jari-jari (phalanges) berjumlah 2 kali 14 ruas jari.


4. Tulang Anggota Gerak Bawah

Tulang anggota gerak bawah tersusun dari bagian-bagian berikut.
  1. Tulang paha (femur)
    Tulang paha (femur) berjumlah 2 buah. Tulang paha (femur) merupakan tulang terpanjang dari tubuh, yang berupa tulang pipa dan mempunyai sebuah batang dan dua ujung.
  2. Tulang tempurung lutut (patela)
    Tulang tempurung lutut (patela) berjumlah 2 buah. Tulang tempurung lutut (patela) terletak di depan sendi lutut, tetapi tidak ikut serta di dalamnya.
  3. Tulang betis (fibula)
    Tulang betis (fibula) berjumlah 2 buah. Tulang ini merupakan tulang pipa dengan sebuah batang dan dua ujung. Tulang betis adalah tulang sebelah lateral tungkai bawah.
  4. Tulang kering (tibia)
    Tulang kering (tibia) berjumlah 2 buah. Tulang kering (tibia) ini merupakan kerangka yang utama dari tungkai bawah dan terletak medial dari tulang betis. Tulang kering merupakan tulang pipa dengan sebuah batang dan dua kali ujung.
  5. Tulang pergelangan kaki (tarsal)
    Tulang pergelangan kaki (tarsal) berjumlah 2 kali 7 buah.
  6. Tulang tapak kaki (metatarsal)
    Tulang tapak kaki (metatarsal) berjumlah 2 kali 5 buah tulang.
  7. Tulang jari kaki (phalanges) berjumlah 2 kali 14 ruas jari.


Demikianlah materi tentang Rangka Apendikuler pada Sistem Rangka Manusia ini saya sampaikan, semoga bermanfaat ...

Tweet

0 Tanggapan untuk "Penjelasan tentang Rangka Apendikuler pada Sistem Rangka Manusia"

Komentar Anda ...?

← Posting Lebih Baru Posting Lama → Beranda
Langganan: Posting Komentar (Atom)

Kami Juga ada di Facebook

Sains Mini

Materi Pilihan

  • Pengertian Muatan Konduksi dan Induksi pada Listrik Statis
  • Indra Pendengaran Manusia (Telinga)
  • Pengertian Xilem (Pembuluh Kayu) dan Floem
  • Senyawa Hidrokarbon (Alkana, Alkena dan Alkuna)
  • Teori Atom Bohr : 4 Postulat yang Mendasarinya beserta Kelemahannya
Diberdayakan oleh Blogger.

Saran Materi

Kategori

fisika (169) manusia (50) astronomi (23) iklim (17) tumbuhan (17) kingdom animalia (14) energi (12) hidrosfer (11) sel (11) cuaca (9) pencernaan (9) darah (7) hewan (7) penyakit (7) pernapasan (6) metabolisme (5) organ (5) peta (5) jaringan (4) tulang (4) indra (3) atmosfer (2) ekosistem (2) tata surya (2) teknologi (2) SIG (1) budaya (1) bumi (1) hormon (1) jantung (1) otot (1) respirasi (1) saraf (1)
Copyright 2014 Ilmu Sains - All Rights Reserved Biologi Indonesia - Powered by Blogger